Mau ketemuan sama gebetan?? pastikan dulu kalau gigi anda bebas dr plak. Senyuman anda akan makin mempesona jika gigi anda sehat… tapiii kalau gigi anda berplak, hemmm it’s so really disgusting,right? . ya ditulisan ini saya akan menjelaskan kenapa yak plak itu bisa tumbuh di gigi kita dan tentukan akan menggangu penampilan…selamat membacaa…

Plak adalah lapisan tipis dan lengket tempat mikroorganisme tertanam  yangmelekat di permukaan gigi sebagai akibat dari sisa makanan yang tidak sempurna dibersihkan dan terakumulasi. Plak tidak dapat dihilangkan dengan berkumur melainkan dengan disikat atau di flossing.

Proses pembentukan plak meliputi tiga tahap yaitu pembentukan pelikel, kolonisasi dan pengerasan. Pelikel adalah lapisan tipis dari protein air ludah yang melekat pada permukaan gigi sesaat setelah gigi dibersihkan.  Pelikel memberikan perlindungan pada gigi dari asam, tetapi ia juga menyediakan tempat yang lengket sehingga bakteri mudah menempel. Bakteri yang mudah menempel pada permukaan luar pelikel terutama adalah bakteri Streptococcus mutans dan Streptococcus sanguis (http://www.enzim.com/index.php/enziclopedia/item/plak-gigi?category_id=19, dikases tanggal 18 Mei 2012 jam 19.30 WIB).

ImagePembentukan koloni bakteri terjadi jika kebersihan gigi tidak terjaga dengan baik dan bakteri lain juga dapat bergabung dengan mudahnya. Jika plak tidak dibersihkan, akan terakumulasi dan mengeras menjadi karang gigi (kalkulus).

Streptococcus terbagi ke dalam empat kelompok spesies yaitu anginosus, mitis, mutans, dan salivarus. Kelompok mutans terdiri dari S.mutans, S.criteritus, S.rattus, S.dawneii, S.macacea, dan S.sobrinus.  Hanya S.mutans dan S.sobrinus saja yang ada di dalam mulut manusia, sedangkan  bakteri lainnya ada di dalam mulut hewan. S.mutansdibagi lagi menjadi 3 bagian berdasarkan serotipenya yaitu serotipe c  yang hidup di plak manusia, serotipe e di karies gigi, dan serotipe f di plak aak-anak yang memiliki resiko karies gigi.

S.mutans ditemukan oleh J.Killian Clarke pada tahun 1924 melalui isolasi pada karies (lubang gigi) yang dalam. S.mutans adalah bakteri yang berbentuk bulat, gram positif, nonmotil  (tidak bergerak), diameternya 0,5-2µm, berantai pendek, tidak membentuk spora, berkembang biak pada suhu 180-400C, dan flora normal dalam rongga mulut.  Jika kita ingin mengisolasi bakteri ini dan menempatkannya di media yang solid, maka bentuknya akan terlihat runcing, kasar, dan membentuk koloni. S.mutans menghaslkan CO2 jika diinkubasi selama 48 jam di suhu 370C.

S.mutans merupakan bakteri anaerob fakultatif yang memproduksi asam laktat sebagai hasil metabolismenya. Ia merupakan bakteri yang bersifat asidogenik yaitu mampu menghasilkan asam, asidodurik yang mampu tinggal di lingkungan asam dan menghasilkan polisakarida yang lengket (dekstran). Dekstran ini mendukung bakteri-bakteri lain untuk ikut menempel di permukaan gigi dan akan menghasilkan asam juga yang bisa melarutkan email gigi.

Metabolisme S.mutans meningkat pada pH rendah, sedangkan laju metabolisme bakteri lain yang juga hidup di dalam plak justru melambat.  Hal yang dapat menyebabkan metabolisme S.mutans meningkat pada pH rendah adalah adanya sistem daya proton yang digunakan untuk transport nutrisi yang menembus dinding sel pada lingkungan dengan pH rendah dan kadar glukosa tinggi, yang diatur oleh kandungan ion hidrogen yang meningkat pada keadaan asam ( Hamilton dan Marthin 1982 at Simon L). Dengan demikian, S.mutans dikatakan sebagai bakteri utama pembentuk plak gigi.

Ada 2 enzim yang dihasilkan oleh S.mutans , yaitu :

  • Glukosyltransferase (GTF), enzim ini mensintesis dekstran ekstraseluler (glukan) dari sukrosa. Glukan tersebut memiliki ikatan glikosidik α 1→3 yang tidak larut dalam air, berfungsi dalam perlekatan dan peningkatan koloni bakteri yang erat kaitannya dengan pembentukan plak dan karies gigi. Tidak salah jika dokter gigi melarang kita untuk sering makan makanan yang manis seperti permen,coklat, gula pasir,sirup, dan soft drink, mengingat adanya sukrosa tersebut.
  • Fruktosyltransferase, bertugas untuk membentuk fruktan (levan). Levan ini akan disimpan di dalam tubuhnya dan akan dipecah kembali jika karbohidrat eksogenik berkurang, jadi bakteri ini dapat emnghasilkan asam terus-menerus.

S.sanguis menyintesis glukan ekstraseluler dengan ikatan glikosidik α 1→6 yang larut dalam air sehingga penempelan bakteri ini ke pelikel gigi bersifat lemah dan tidak mampu membentuk koloni. Tetapi, S.mutans akan mengubah ikatan glikosidik α 1→6 menjadi α 1→3 dengan menggunakan enzim endohidrolitik dekstranase.

 Dekstran ekstraseluler yang menutupi koloni S.mutans dapat mengurangi aktifitas antibakteri pada saliva. Plak menghambat difusi asam ke saliva sehingga asam tinggi di permukaan enamel gigi. Kondisi ini menyebabkan demineralisasi yaitu suatu proses pelarutan enamel gigi (keluarnya mineral Ca2+  dan PO42- ).  Demineralisasi merupakan tahapan awal pembentukan karies gigi.

 Plak yang mengeras akan membentuk karang gigi (calculus),radang gusi, dan karies. Ciri- ciri karang gigi adalah permukaan kasar, berwarna kuning sampai kehitaman, keras dan susah dihilangkan dengan sikat gigi. Radang gusi (gingivitis) ditandai dengan gusi tampak kemerahan, agak membengkak, dan mudah berdarah saat menggosok gigi. Radang gusi tidak menimbulkan rasa sakit dan perdarahan gusi akan berhenti sendiri dalam waktu relatif singkat. Dengan demikian, tidak aneh jika banyak orang yang mengabaikan penyakit ini. Jika radang gusi dibiarkan saja, akan berlanjut menjadi radang jaringan penyangga gigi (periodontitis) dan lama kelamaan dapat menyebabkan gigi goyah, akhirnya tanggal. Sangat disayangkan jika pasien harus dicabut giginya akibat penyakit periodontal padahal giginya dalam keadaan utuh (tidak berlubang). Karies gigi merupakan penyakit multifaktoral yang terjadi selama beberapa kurun waktu, rusaknya jaringan keras gigi seperti enamel, dentin, dan sementum.  Proses karies berlangsung ketika pH rongga mulut <5,5 . S.mutans akan merusak enamel gigi, untuk jangka waktu yang panjang gigi bagian luar akan berlubang. Ketika gigi sudah berlubang, maka bakteri lain seperti Lactobasillus sp dan Actinomyces sp akan masuk. Lactobasillus sp akan membuat karies gigi menjadi lebih parah.

 Saliva mengandung protein, asam amino, peptida, urea, fosfat, kalsium, dan bikarbonat yang berfungsi sebagai buffer. Buffer  ini bisa membersihkan gigi dari sisa makanan dan meyeimbangkan asam yang dapat melarutkan enamel. Ketika kita mengkonsumsi makanan manis, maka pH rongga mulut akan menjadi asam, dan saliva akan mengembalikannya ke level normal. Unsur-unsur antimikroba seperti lysozyme, lactoferrin, dan sialoperoxidase membantu mengontrol jumlah koloni bakteri dan jamur.  Produksi saliva menurun ketika kita sedang tidur.  Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggosok gigi terutama sebelum tidur.

 Rajin sikat gigi  (terutama sebelum tidur) dengan pasta gigi yang mengandung fluor akan membantu mencegah pembentukan plak. Hal ini diakrenakan akan ada proses remineralisasi yaitu ion fluor akan berikatan dengan apatit yang ada di permukaan enamel gigi sehingga menghasilkan gugus fluor apatit yang menjadika enamel tahan terhadap demineralisasi asam. Fluor menghambat sistem enzim bakteri dengan cara mempengaruhi jenis polisakarida ekstraseluler dan menghasilkan efek germisidal yang menghambat kolonisasi mikroorganisme di permukaan gigi.

 Hindari merokok. Asap panas yang terhisap mengakibatkan rongga mulut menjadi lebih kering sehingga mendukung pertumbuhan bakteri anaerob dalam plak. Tar dalam rokok juga dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi lebih kasar dan mempermudah perlekatan plak.

 Sumber :

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29771/3/Chapter%20II.pdf

http://mikrobia.files.wordpress.com/2008/05/streptococcus-mutans_31.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21332/3/Chapter%20II.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29325/4/Chapter%20II.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26763/5/Chapter%20I.pdf

http://usupress.usu.ac.id/files/Menuju%20Gigi%20dan%20Mulut%20Sehat%20_Pencegahan%20dan%20Pemeliharaan__Normal_bab%201.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22422/4/Chapter%20II.pdf

http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/128119-R17-PER-195-Hubungan%20kebiasaan-Literatur.pdf

http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/62076572.pdf

http://www.tanyapepsodent.com/5-kebiasaan-buruk-penyebab-plak-gigi

Alat reproduksi (kelamin) wanita juga dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.

1.1  Alat Kelamin Luar

Alat kelamin luar antara lain bukit pubis, labia mayor, labia minor, klitoris, dan kelenjar Bartholin. Daerah yang mengandung alat-alat ini disebut vulva.Ada 2 fungsi utama dari alat kelamin luar yaitu memungkinkan sperma untuk masuk ke dalam tubuh dan melindungi alat kelamin dalam dari infeksi organisme.

Bukit pubis adalah gundukan bulat pada jaringan lemak yang menutupi tulang pubis. Ketika seorang wanita sudah memasuki masa pubertas, maka bukit pubis ini akan ditutupi oleh rambut. Bukit pubis mengandung kelenjar sebaceous yang mengeluarkan zat yang berhubungan dengan atraksi seks.

Labia mayor merupakan struktur terbesar alat kelamin luar wanita dan mengelilingi organ lainnya yang berakhir pada bukit pubis. Organ ini berupa lipatan daging pada jaringan yang memasukkan dan melindungi organ kelamin luar lainnya. Labia mayor mengandung keringat dan kelenjar sebaceous yang menghasilkan pengeluaran pelican. Setelah pubertas, rambut tampak pada labia mayor. Bukit pubis dan labia mayor dapat disamakan degan skrotum pada pria.  Hanya kedua organ ini saja yang dapat terlihat pada genitalia eksterna wanita. Pemeriksa harus memisahkan labia mayor untuk melihat labia minor, klitoris, dan kelenjar Bartholin.

Lubang vagina dan lubang uretra yang terpisah terletak di dalam daerah yang disebut sebagai vestibula yang dibatasi oleh sepasang lipatan kulit tipis yaitu labia minor. Labia minor hanya berada di dalam labia mayor dan mengelilingi pembukaan menuju vagina dan uretra. Banyaknya pemuluh darah membuat labia minor berwarna merah jambu.

Daerah diantara pembukaan vagina dan anus disebut perineum. Panjangnya bervariasi mulai dari 2-5 cm. labia mayor dan perineum dikelilingi oleh kulit yang mirip engan kulit tubuh. Kulit tersebut tebal, kering, dan kadang kala bersisik. Sebaliknya, labia minor dilapisi dengan selaput lender yang permukaannya selalu lembab.

Pembukaan pada vagina disebut introitus. Pembukaan pada vagina adalah jalan masuk untuk penis ketika kopulasi, jalan keluar untuk darah saat menstruasi, danjalan keluar untuk bayi.

Klitoris berupa tonjolan kecil yang paling sensitif dalam perangsangan seksual karena banyak mengandung ujung saraf.  Letaknya diantara labia minora pada ujung bagian atasnya. Klitoris homolog dengan penis. Selama proses rangsangan seksual, klitoris,vagina,dan labia minora dipenuhi dengan darah dan membesar.

Kelenjar terbesar dan terpenting di bagian posterolateral menuju bokong dikenal sebagai kelenjar Bartholin. Selama proses rangsangan seksual, kelenjar Bartholin mensekresikan mukus ke dalam vestibula yang menjaganya tetap terlumasi .

1.2  Alat Kelamin Dalam

Alat kelamin dalam wanita terdiri atas ovarium dan saluran kelamin.

Gonad perempuan adalah ovarium yang berada di dalam rongga abdomen di daerah pinggang, menggantung, dan bertaut melalui mesentrum uterus. Ovarium berjumlah sepasang, berbetuk oval dengan panjang 3-4 cm.  Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron.

Masing-masing ovarium terbungkus dalam kapsul pelindung yang keras dan mengandung banyak folikel. Folikel terdiri atas satu sel telur yang dikelilingi satu atau lebih lapisan sel-sel folikel yang memberikan makanan dan melindungi sel telur yang sedang berkembang.

400.000 folikel dimiliki oleh seorang perempuan sudah terbetuk sebelum kelahirannya. Dari jumlah tersebut, hanya beberapa ratus folikel yang akan membebaskan sel telur selama masa pubertas wanita sampai masa menopause tiba. Spesifiknya, sel folikel yang menghasilkan hormon seks utama perempuan yaitu estrogen.

Saluran kelamin wanita terbagi menjadi dua yaitu oviduk, uterus, dan vagina.  Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.

Setelah sel telur ditangkap oleh fimbrae dan masuk ke dalan oviduk, umumnya pada sepertiga bagian dari oviduk ini sel telur dibuahi oleh sperma. Hasil pembuahannya disebut zigot dan selanjutnya zigot akan menuju uterus atau rahim. Gerakan zigot ini dibantu oleh rambut getar (silia) pada dinding sel dalam oviduk dan gerak peristaltik otot dinding oviduk.

Uterus  atau rahim adalah organ tebal dan berotot yang dapat mengembang selama kehamilan untuk menampung bayi dengan bobot 4 kg. Strukturnya berbentuk buah pir yag terletak diantara kandung kemih dan rektum pada pelvis wanita. Pertemuan antara oviduk kiri dan kanan membentuk rongga tempat pertumbuhan embrio yaitu uterus ini. Uterus yang matang memiliki berat 30-40 g pada wanita yang belum pernah melahirkan dan 75-100 g pada wanita yang pernah melahirkan.

Leher uterus adalah serviks yang membuka ke dalam vagina. Leher rahim manusia berbentuk seperti buah pir yang bagian bawahnya mengecil. Rahim tipe ini disebut tipe simpleks. Lapisan dalam uterus yaitu endometrium yang dialiri oleh banyak pembuluh darah.

Vagina adalah ruangan berdinding tebal yang membentuk saluran kelahiran yang dilalui bayi saat lahir dan juga merupakan tempat singgah bagi sperma selama kopulasi. Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva dan merupakan alat kopulasi wanita. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan.

Suatu membran bervaskuler yang disebut himen (selaput dara) menutupi sebagian lubang vagina manusia saat kelahiran, dan umumnya sampai saat hubungan kelamin atau aktivitas berat yang akan merobeknya.

a. Siklus Reproduksi Perempuan

Ada 2 macam siklus reproduksi pada perempuan yaitu siklus ovarium dan siklus menstruasi. Hormon-hormon ini bertugas untuk mengendalikan kedua siklus guna mempersiapkan endometrium untuk implantasi (penempelan) embrio sebelum ovulasi terjadi. Ada lima hormon yang berpengaruh dalam kedua siklus ini yang melibatkan umpan balik positif maupun umpan balik negatif. Hormon-hormon tersebut adalah hormon pembebas gonadotropin (GnRH) yang disekresikan oleh hipotalamus, hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinisasi (LH), dimana FSH dan LH dihasilkan oleh pituitari anterior, estrogen dan progesterone merupakan hormon kelamin betina yang disekresikan oleh ovarium.

Siklus ovarium  terjadi di dalam ovarium. Siklus ini terdiri atas tiga fase yaitu fase folikuler ,ovulasi, dan fase luteal. Fase folikuler yaitu fase saat folikel di dalam ovarium tumbuh dan mensekresi estrogen dalam jumlah yang semakin lama semakin meningkat. Selama fase folikuler, pituitari mensekresikan sejumlah kecil FSH dan LH sebagai respons terhadap perangsangan GnRH. Pada waktu ini, sel-sel folikel yang belum matang mempunyai reseptor untuk FSH bukan LH. FSH merangsang pertumbuhan folikel dan sel folikel yang sedang tumbuh ini mensekresikan estrogen. Sekresi estrogen ini mempertahankan kadar FSH dan LH agar relatif rendah selama sebagian besar masa folikuler. Ketika jumlah estrogen meningkat, maka jumlah LH menjadi meningkat. Berarti ada umpan balik positif antara estrogen dan LH. Peningkatan konsentrasi LH yang sedang tumbuh menandakan pematangan akhir folikel tersebut dan ovulasi terjadi sekitar sehari setelah lonjakan LH.

Ovulasi adalah pelepasan oosit sekunder dari folikel. Setelah keluar dari folikel maka oosit sekunder akan berjalan ke oviduk. Di sana ia akan memiliki dua kemungkinan yaitu dibuahi atau tidak oleh spermatozoa.

Setelah ovulasi, LH merangsang jaringan folikuler yang masih ada di dalam ovarium untuk membentuk korpus luteum yaitu suatu struktur kelenjar yang mensekresikan estrogen dan progesteron selama fase luteal. Korpus luteum berkembang maksimal sekitar 8-10 hari setelah ovulasi. Ketika kadar estrogen dan progesterone meningkat maka FSH dan LH menurun (umpan balik negatif). Estrogen dan progesterone merangsang perkembangan dan pemeliharaan endometrium yang meliputi pembesaran arteri  yang mengalirkan darah ke dinding uterus dan pertumbuhan kelenjar endometrium mensekresikan cairan nutrient yang dapat menyokong embrio sebelum embrio benar-benar menempel dalam dinding uterus.  Mendekati akhir fase luteal, korpus luteum akan pecah dan kadar estrogen serta progesterone menjadi turun. Setelah itu, hipotalamus akan mensekresikan FSH untuk merangsang pertumbuhan folikel baru sebagati tanda berawalnya fase folikuler siklus ovarium berikutnya.

Siklus menstruasi terdiri atas fase aliran menstruasi, fase proliferasi, dan fase sekresi. Menstruasi adalah meluruhnya endometrium karena oosit sekunder tidak dibuahi oleh spermatozoa disertai dengan perdarahan pada vagina. Hari pertama menstruasi menandai hari 1 siklus menstruasi. Penurunan cepat kadar hormon ovarium ketika korpus luteum lisis menyebabkan endometrium tidak teraliri darah dan terjadilah menstruasi.

Estrogen yang sedang tumbuh menyebabkan endometrium menebal. Dengan demikian fase folikuler siklus ovarium sama dengan fase proliferasi siklus menstruasi yaitu fase dimana folikel merangsang endometrium untuk mempunyai pembuluh darah yang banyak melalui sekresi estrogen.

Setelah ovulasi, estrogen dan progesterone yang dikeluarkan korpus luteum merangsang perkembangan dan pemeliharaan endometrium yang meliputi pembesaran arteri  yang mengalirkan darah ke dinding uterus dan pertumbuhan kelenjar endometrium mensekresikan cairan nutrient yang dapat menyokong embrio sebelum embrio benar-benar menempel dalam dinding uterus. Peristiwa di atas adalah tahapan fase sekresi siklus menstruasi yang berarti sama dengan fase luteal siklus ovarium.

Ketika korpus luteum lisis maka terjadi penurunan kadar hormon ovarium yang menyebabkan endometrium tidak teraliri darah lalu mengakiatkan menstruasi dan permulaan satu siklus menstruasi baru terjadi. Pada waktu bersamaan, folikel ovarium yang akan merangsang penebalan kembali endometrium baru mulai tumbuh.

Siklus demi siklus, pematangan dan pelepasan sel telur dari ovarium dipadukan dengan perubahan uterus sebagai tempat embrio menempel ketika sel telur dibuahi. Apabila tidak terjadi kehamilan maka menstruasi pun terjadi. Dan jika terjadi kehamilan, maka jumlah estrogen dan progesterone dipertahankan agar tetap tinggi sehingga endometrium tidak luruh.

Seorang perempuan antara umur 46-54 umumnya mengalami menopause. Menopause adalah berhentinya ovulasi dan menstruasi. Selama tahun-tahun tersebut, ovarium akan kehilangan responsivitasnya terhadap FSH dan LH dan menopause terjadi akibat penurunan estrogen oleh ovarium.

Disini saya selipkan power point tentang sistem reproduksi manusia secara keseluruhan, silahkan didownload di ppt reproduksi

Alat reproduksi (kelamin) pria terdiri atas alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.

1.1  Alat Kelamin Luar

Alat kelamin luar pria terdiri atas penis dan skrotum. Penis disebut organ kelamin luar karena letaknya di luar tubuh dan merupakan organ untuk kopulasi atau persetubuhan.  Penis manusia tersusun dari tiga jaringan erektil mirip spons yang berasal dari vena dan kapiler yang dimodifikasi. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Ujung penis disebut dengan glan penis. Glan penis manusia ditutupi oleh lipatan kulit yang disebut sebagai preputium yang dapat dibuang pada saat khitan. Uretra pada penis memiliki rongga-rongga yang banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Selama kebangkitan gairah seks atau bila ada suatu rangsangan, jaringan erektil itu di uretra akan terisi dengan darah dari arteri.  Ketika jaringan ini terisi, peningkatan tekanan akan menutup vena yang mengalirkan darah ke luar dari penis dan penis dipenuhi dengan darah yang mengakibatkan penis tegang dan mengembang (ereksi). Ereksi yang dihasilkan sangat penting untuk pemasukan penis ke dalam vagina.

Skrotum adalah kantung (terdiri dari kulit dan otot) yang membungkus testis atau buah zakar terletak di antara penis dan anus serta di depan perineum. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Pada skrotum manusia dan beberapa mamalia bisa terdapat rambut pubis. Rambut pubis mulai tumbuh sejak masa pubertas.

Fungsi utama skrotum adalah untuk memberikan kepada testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 1-8oC lebih dingin dibandingkan temperature rongga tubuh. Fungsi ini dapat terlaksana disebabkan adanya pengaturan oleh sistem otot rangkap yang menarik testis mendekati dinding tubuh untuk memanasi testis atau membiarkan testis menjauhi dinding tubuh agar lebih dingin. Pada manusia, suhu testis sekitar 34°C. Pengaturan suhu dilakukan dengan mengeratkan atau melonggarkan skrotum, sehingga testis dapat bergerak mendekat atau menjauhi tubuh. Testis akan diangkat mendekati tubuh pada suhu dingin dan bergerak menjauh pada suhu panas.

1.2  Alat Kelamin Dalam

Alat kelamin dalam terdiri atas gonad yang menghasilkan gamet (sel sperma) dan hormon, kelenjar kelamin yang mensekresikan produk yang berguna bagi pergerakan sperma, dan saluran kelamin sebagai jalan sperma ketika keluar dari testis.

a. Gonad

Gonad adalah organ yang memproduksi sel kelamin. Gonad jantan pada manusia adalah testis. Testis  berjumlah sepasang (jamaknya disebut testes), bentuknya bulat seperti telur. Testis manusia dipertahankan di luar rongga abdomen tepatnya di dalam skrotum yang merupakan pelipatan dinding tubuh. Suhu di dalam skrotum adalah sekitar 20 C di bawah suhu tubuh dan proses spermatogenesis efektif pada suhu < 370 C.

Di dalam testis banyak terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus. Pada tubulus spermatikus terdapat otot kremaster yang apabila berkontraksi akan mengangkat testis mendekati tubuh. Bila suhu testis akan diturunkan, otot kremaster akan berelaksasi dan testis akan menjauhi tubuh. Hal  ini dikenal dengan refleks kremaster. Di tubulus seminiferus juga terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium, sel Sertoli, dan sel Leydig. Sel Sertoli berfungsi memberi makan spermatozoa, sel Leydig  berfungsi menghasilkan testosteron.

Selama masa pubertas, testis berkembang untuk memulai spermatogenesis. Ukuran testis bergantung pada produksi sperma (banyaknya spermatogenesis), cairan intersisial, dan produksi cairan dari sel Sertoli.

Pada umumnya, kedua testis tidak sama besar. Dapat saja salah satu terletak lebih rendah dari yang lainnya. Hal ini diakibatkan perbedaan struktur anatomis pembuluh darah pada testis kiri dan kanan. Kerja testis dikontrol oleh hormon gonadotropin dari kelenjar pituitari bagian aterior.

b.Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin akan menambahkan cairan ke dalam sperma . Ada tiga kelenjar kelamin pada pria yaitu vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretralis (Cowper).

Vesikula seminalis merupakan kelenjar berlekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Sepasang vesikula seminalis menyumbagkan 60% total volume sperma. Cairan dari vesikula seminalis itu kental, kekuning-kuningan dan bersifat basa. Cairan ini mengandung mucus, gula fruktosa yang menyediakan energi bagi sperma, enzim pengkoagulasi, asam askorbat, dan prostaglandin.

Kelenjar Prostat adalah kelenjar pensekresi terbesar yang melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih.  Kelenjar ini mensekresikan produknya secara langsung ke dalam uretra melalui beberapa saluran kecil. Cairan dari prostat bersifat encer, seperti susu, mengandung enzim antikoagulan, sitrat (nutrien bagi sperma), dan sedikit asam.

Kelenjar bulbouretralis  adalah sepasang kelenjar kecil yang terletak di sepanjang uretra, di bawah prostat. Sebelum ejakulasi, kelenjar ini akan mensekresikan mukus bening yang menetralkan setiap urin asam yang masih tersisa dalam uretra.

c. Saluran reproduksi

Setelah testis memproduksi sperma, maka sperma akan keluar dari testis dan keluar melalui saluran kelamin yang terdiri atas epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra.

Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri karena setiap testis mempunyai satu epididimis. Diperlukan sekitar 20 hari bagi sperma untuk menyelesaikan perjalanan di sepanjang saluran epididimis sepanjang 6 m. Selama perjalanan ini sperma menjadi motil dan mendapatkan kemampuan untuk membuahi.

Vas deferens merupakan saluran lurus mengarah ke atas lanjutan dari epididimis. Bagian ujungnya terdapat kelenjar prostat.  Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis). Selama ejakulasi, sperma didorong dari epididimis melalui vas deferens berotot.

Epididimis dan vas deferens letaknya berawal dari skrotum di sekitar dan di belakang kantung kemih, di mana masing-masing menyatu dengan vesikula seminalis yang membentuk saluran ejakulasi.

Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung sperma dengan uretra. Uretra terdapat di dalam penis dan membuka ke luar pada ujung penis dan merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi. Pada laki-laki, uretra berfungsi untuk membuang urine keluar tubuh  dan  mengeluarkan sperma dari kantong sperma.

Disini saya selipkan power point tentang sistem reproduksi manusia secara keseluruhan, silahkan didownload di ppt reproduksi

  1. Spermatogenesis

Spermatogenesis adalah pembentukan sel kelamin jantan (sperma) di dalam tubulus seminiferus testis. Proses ini terdiri dari seluruh perkembangan spermatogonium sampai terbentuknya sel-sel sperma.

a.  Spermatositogenesis

Spermatositogenesis adalah  tahapan di mana terjadinya perkembangan pada spermatogonium hingga menjadi spermatid.  Sel-sel kecambah (germinal) primordial testis embrio berdiferensiasi (tumbuh) menjadi spermatogonia (jamaknya disebut spermatogonium) yaitu sel diploid yang merupakan prekusor sperma.

Pada mulanya, diwaktu masih dalam kandungan, sel-sel germinal primordial tampak pada tingkat perkembangan yang dini di antara sel endoderm di dinding kantung kuning telur di dekat allantois. Kemudian pada minggu ke-3 masa janin, mereka akan bermigrasi ke rigi urogenital yang saat itu tumbuh di daerah lumbal. Semenjak dari dalam kandungan sampai masa pubertas nanti, sel-sel germinal primordial ini akan mengalami fase istirahat, sampai suatu saat ketika lumen tubulus seminiferus telah sempurna dibentuk pada pubertas, mereka akan berdiferensiasi menjadi spermatogonia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, spermatogonia itu berasal dari sel-sel germinal primordial tersebut.

Spermatogonia tipe A adalah spermatogonia awal yang dibentuk. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, saat ini diketahui bahwa spermatogonia tipe A ini akan mengalami serangkaian fase pembelahan secara mitosis, dan akhirnya membentuk spermatogonia tipe B.

Spermatogonia tipe B ini terletak di dekat dinding bagian luar tubulus seminiferus kemudian  akan bergerak ke lumen, termodifikasi dan membesar membentuk spermatosit primer. Pada pria dewasa, sekitar 3 juta spermatogonia per hari tumbuh menjadi spermatosit primer.

Spermatosit primer  nantinya akan semakin ke arah lumen sambil membelah secara miosis menjadi spermatosit sekunder. Artinya jumlah kromosom spermatosit sekunder menjadi setengahnya yaitu 23 kromosom (pada manusia). Pada fase meiosis pertama ini (atau miosis I), proses yang berlangsung cukup lama adalah pada tahap profase I, yakni sekitar 22 hari. Sedangkan proses selanjutnya yakni metafase, anafase dan telofase berlangsung dengan cepat. 1 spermatosit primer menghasilkan 2 spermatosit sekunder.

Spermatosit sekunder langsung pergi ke meiosis kedua menghasilkan spermatid. Karena dalam spermatosit sekunder tidak terjadi reduplikasi DNA ataupun rekombinasi materi genetik maka meiosis kedua dapat berlangsung dengan cepat. Ini hanya berlangsung sekitar lima jam dan untuk alasan itu spermatosit sekunder yang agak jarang terlihat di bagian histologis. Melalui pembagian kromatid dari spermatosit sekunder, dua spermatid haploid muncul yang hanya berisi setengah konten DNA asli. Jadi ada 4 spermatid yang berasal dari 2 spermatosit sekunder.

b.  Spermiohistogenesis

Langkah selanjutnya adalah tahap dimana spermatid berdiferensiasi menjadi spermatozoa. Proses ini secara keseluruhan dikenal dengan spermiohistogenesis. Spermiogenesis terdiri dari empat tahapan:

  1. Pembentukan akrosom, yaitu pelindung kepala sperma yang menutupi separoh permukaan nukleus sperma dan berisi enzim-enzim yang diperlukan untuk menembus lapisan-lapisan sel sel telur pada saat fertilisasi. (contohnya, enzim hyaluronidase dan proteolitik).
  2. pemadatan inti/kondensasi nukleus.
  3. pembentukan leher, badan tengah dan ekor dari sperma
  4. penglepasan sitoplasma yang tersisa menjadi bahan residu yang kemudian difagosit oleh sel sertoli.

Hasil akhir dari spermatogensis adalah spermatozoa yang haploid (n), dimana 1 spermatosit primer menghasilkan 4 spermatozoa. Proses ini berlangsung di dalam testis lebih kurang selama 64 hari, dimana sebenarnya spermatozoa yang terbentuk adalah sekitar 300 juta sel spermatoza baru setiap hari.

Proses permatogenesis  sesungguhnya didukung oleh peranan sel-sel lain yang ada di dalam testis. Sel sertoli berguna untuk men-support dan melindungi sel benih, menutrisinya dan berperan dalam pelepasan sel sperma yang telah matur. Sedangkan sel leydig menghasilkan testosteron yang berfungsi bersama-sama dengan sel sertoli untuk menjadi pemicu awal proses spermatogenesis.

Spermatozoa yang telah terbentuk akan bergerak ke arah tengah tubulus seminiferus dan menuju ke epididimis. Selama tiga minggu sperma tinggal di dalam epididimis dan  mendapatkan motilitasnya (kemampuan bergerak).  Setelah itu, sperma akan masuk ke vas deferens dan di ujung vas deferens, sperma akan mendapatkan getah produk kelenjar vesikula seminalis, prostat, dan couper. Ketiga kelenjar ini mensekresikan getah yang bersifat basa yang berfungsi untuk melindungi sperma ketika masuk ke dalam saluran kelamin wanita yang umumnya bersifat asam.

Hormon yang berperan dalam pembentukan sperma adalah hormone FSH (folicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone). Produksi sperma juga bersamaan dengan dihasilkannya hormon testosterone yang merupakan hormon kendali keberadaan FSH dan LH.

  1. Oogenesis

Oogenesis adalah proses pembentukan ovum (sel telur). Produksi sel telur dimulai dengan mitosis sel germinal primordial di dalam embrio yang menghasilkan oogonia yang bersifat diploid (jamaknya disebut oogonium).  Masing-masing oogonium berkembang menjadi oosit primer yang diploid juga dan berkembang di dalam folikel.

Oosit primer menjadi ditangkap dalam tahap profase I diplotene dari (profase dari pembelahan meiosis pertama). Tak lama sebelum kelahiran, semua oosit dalam ovarium janin perempuan telah mencapai tahap ini. . Fase istirahat meiosis yang kemudian mulai disebut dictyotene dan itu berlangsung sampai pubertas, di mana setiap bulan (dan dalam setiap bulan sesudahnya sampai menopause) sepasang oosit primer menyelesaikan meiosis pertama. Pembelahan meiosis pertama menghasilkan sitokinesis yang tidak sama.  Pembelahan meiosis pertama menyebabkan folikel pecah dan  menghasilkan sebuah sel besar yang disebut oosit  sekunder dan sebuah badan polar yang lebih kecil.

Pembelahan meiosis kedua, oosit sekunder akan berkembang  menghasilkan ovum dan 1 badan polar,  hanya terjadi jika sel sperma menembus oosit sekunder sedangkan badan polar yang pertama akan menghasilkan 2 sel badan polar yang lebih kecil dan akan mengalami degenerasi. Jadi hasil oogenesis untuk 1 sel germinal adalah 3 badan polar dan 1 sel ovum.

Di bawah ini adalah gambaran proses oogenesis

Hormon yang berperan dalam proses pembentukan ovum adalah FSH. FSH memacu aktivitas folikel pada ovarium agar sel telur  masak dan memproduksi hormon estrogen. Terbentuknya estrogen akan menghambat produksi FSH oleh hipofisis. Selanjutnya, hipofisis memproduksi LH yang akan merangsang oosit sekunder keluar dari folikel.  Ovulasi adalah peristiwa pecahnya folikel dan dibebaskannya  sebuah oosit sekunder.  Jaringan folikuler sisanya berkembang menjadi korpus luteum yang akan mengalami disintegrasi ketika fertilisasi tidak terjadi. Korpus luteum akan menghasilkan estrogen dan progesterone. Progesterone akan menghambat produksi LH dan juga akan mempengaruhi perubahan dinding rahim sehingga siap menerima implantasi zigot bila terjadii pembuahan.

Oosit sekunder yang meninggalkan ovarium akan berjalan ke oviduk dan ditangkap oleh infundibulum. Sperma akan bertemu dengan oosit sekunder (nantinya akan langsung berubah menjadi ovum) di tuba fallopi .

Ada 3 perbedaan antara oogenesis dan spermatogenesis, yaitu :

  • Sitokinesis : selama pembelahan meiosis, oogenesis mengalami pembelahan sitoplasma (sitokinesis) tidak sama, dengan pembagian yang paling banyak ada di oosit sekunder. Sel berkembang ini nantinya akan jadi ovum dan yang lainnya akan mengalami degenerasi.
  • Seorang laki-laki akan terus mengalami spermatogenesis hingga ia meninggal, sedangkan tidak dengan oogenesis, pada umur tertentu ( umumnya >46 tahun) oogenesis sudah berhenti.
  • Oogenesis mempunyai periode istirahat yang panjang yaitu diantara kelahiran dan pubertas oosit primer mereplikasi DNA dan memasuki profase 1 meiosis, tetapi tidak berubah lebih lanjut kecuali diaktifkan oleh hormon. Ketika pubertas, FSH aktif dan oosit primer menyelesaikan meiosis pertamanya. Kemudian meiosis berhenti sekali lagi yaitu oosit sekunder yang dibebaskan selama ovulasi  tidak menyelesaikan meiosis kedua kecuali bila bertemu sperma maka akan menjadi ovum. Sedagkan spermatogenesis, menghasilkan sperma dewasa dari sel prekursornya dalam urutan yang tidak terhenti.

Disini saya selipkan power point tentang sistem reproduksi manusia secara keseluruhan, silahkan didownload di ppt reproduksi latifa.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.